Sabtu , Juli 31 2021
Bahana TCW
Bahana TCW pede grab pasar AS. FOTO - ISTIMEWA

Mantap, Bahana Gandeng Franklin Templeton Ltd Garap Pasar AS

Indoposonline.NET – PT Bahana TCW Investment Management bersama Bank DBS Indonesia menggandeng Franklin Templeton Ltd. Perusahaan pengelola aset investasi global berbasis di Amerika Serikat (AS) itu, digandeng untuk membuka peluang investasi Negeri Paman Sam tersebut.

Kolaborasi tiga elemen itu, ditandai peluncuran reksa dana syariah Bahana US Opportunity Sharia Equity USD. Bahana TCW berupaya menghadirkan produk investasi lebih beragam bagi investor tanah air, terutama untuk memenuhi minat investasi aset-aset dengan efek perusahaan bertaraf global.

Baca juga: Wall Street Positif, Pemodal Tunggu Keputusan BI

”Bahana TCW melihat tingginya minat investor Indonesia untuk membeli aset berefek saham teknologi, dan kesehatan global. Kami membuka akses bagi para investor dengan bekerja sama dengan Franklin Templeton, salah satu perusahaan investasi global terbaik,” tutur Presiden Direktur Bahana TCW Rukmi Proborini, di Jakarta, Rabu (21/7).

Selama Covid-19 merebak secara global, minat investasi perusahaan teknologi global, terutama perusahaan raksasa teknologi seperti Facebook, Amazon, Apple, Netflix, dan Google (FAANG) meningkat pesat. Itu dilandasi soliditas bisnis perusahaan digital dibanding perusahaan nondigital selama pandemi Covid-19.

Baca juga: IHSG Lanjut Menguat, Borong Saham-Saham Ini

Franklin Templeton berpengalaman dalam mengelola aset investasi sejak 1990, dengan beragam produk investasi. Misalnya, reksa dana saham, reksa dana obligasi, reksa dana dengan aset offshore, dan ETF. Produk reksa dana menjadi kerja sama antara Bahana TCW dan Franklin Templeton itu dipercaya memiliki imbal hasil lebih kompetitif karena efek diperdagangkan di pasar saham AS.

Perdagangan saham di AS seperti New York Stock Exchange, dan Nasdaq mencatat imbal hasil lebih tinggi dibanding pasar saham negara maju lain macam Eropa, Jepang, dan negara berkembang secara historis. Produk itu, juga merupakan produk reksa dana syariah pertama, dan satu-satunya Indonesia dengan fokus pasar saham AS saat ini terkonsentrasi pada sektor teknologi, dan kesehatan. Produk itu juga dikelola aktif sesuai prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan secara baik.

Baca juga: Minim Sentimen Positif, IHSG Bergerak Alot

”Kami bangga, untuk kali pertama dapat menawarkan strategi untuk investor Indonesia. Kerja sama kami dengan Bahana TCW untuk meluncurkan produk reksa dana fokus pada strategi pertumbuhan positif pasar AS, dan mengacu pada prinsip ESG,” tegas Regional Head for Southeast Asia (ex Malaysia), Franklin Templeton, Dora Seow.

Strategi itu, secara jangka menengah dan panjang diyakini mengungguli indeks benchmark Russell 3.000 sehingga dapat menjadi pilihan diversifikasi investasi bagus bagi investor Bank DBS Indonesia. Kesempatan itu, juga memberi pondasi untuk memberi peluang lebih kompetitif bagi pasar Indonesia, berkomitmen terus memperluas layanan, dan produk bagi pasar Indonesia. 

Baca juga: Perpanjangan PPKM Darurat Dongkrak IHSG

Head of Investment Product & Advisory PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo menyampaikan, Bank DBS Indonesia memperkaya pilihan produk investasi. Perseroan mengerti kebutuhan finansial nasabah, dan kondisi pasar terkini. Oleh karena itu, perseroan bekerja sama dengan Bahana TCW menghadirkan Reksa Dana Syariah Bahana US Opportunity Sharia Equity USD memiliki strategi investasi atraktif.

”Produk ini dapat dibeli melalui aplikasi digibank by DBS menjajakan fleksibilitas investasi, dan keleluasaan dalam mengembangkan portofolio. Mulai kemudahan registrasi single investor Identity (SID), pembelian, penjualan, switching online, mendukung nasabah menangkap peluang, optimalisasi portofolio investasi dari mana pun, dan kapan pun,” tukas Djoko. (abg)

 

About redaksi indopos

Baca Juga

Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK Minta Kemenkominfo Blokir Aplikasi Debt Collector

indoposonline.NET – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memblokir aplikasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *