Sabtu , Juli 31 2021
anak
ILUSTRASI : Anak-Anak bermain. (indoposonline.NET)

COVID-19 ‘Pasung’ Kehidupan Anak-Anak Indonesia

Indoposonline.NET – Pandemi COVID-19 tidak sekadar berdampak pada kondisi ekonomi dan kesehatan masyarakat indonesia. sebaliknya, hak anak-anak untuk berkembang di lingkungan yang mereka inginkan pun terpasung dengan adanya COVID-19.

“Pandemi COVID-19 telah muncul sebagai krisis atas hak anak,” ujar Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/7)

Retno mengatakan selama dua tahun ini perayaan Hari Anak Nasional (HAN) harus dilakukan dalam kondisi pandemi COVID-19 tentu saja penuh keprihatinan. Apalagi pada Juli 2021 ini, ketika kasus COVID-19 di Indonesia angkanya terus melonjak. Dia mengungkapkan terdapat 34.000 kasus COVID-19 pada Senin (19/7) dan 38.000 pada Selasa (20/7). Sebelumnya, per Sabtu (17/7), penambahan kasus baru tembus 51.000 dan per Minggu (18/7), kasus baru bertambah 44.721.

Seiring peningkatan kasus COVID-19, angka kematian akibat COVID-19 juga mengalami peningkatan. Total kumulatif kasus COVID-19 yang ditemukan di Indonesia sejak Maret 2020 hingga Selasa (20/7) berjumlah 2.950.058 kasus. Dari jumlah tersebut, pasien COVID-19 di Indonesia yang meninggal dunia sebanyak 76.200 orang.

“Jumlah itu menggambarkan bahwa tidak sedikit anak-anak Indonesia yang kehilangan Ayah atau Ibunya, bahkan kehilangan keduanya karena meninggal akibat sakit COVID-19,” ujar Retno.

Jika merujuk pada kasus COVID-19 di India pada 5 Juni 2021 usai kasus COVID-19 melonjak, sebanyak 3.632 anak menjadi yatim piatu karena kedua orang tuannya meninggal akibat COVID-19.

Kemudian 26.176 anak yang kehilangan salah satu orang tuanya karena COVID-19. Data serupa, menurut Retno, bisa saja menimpa anak-anak Indonesia pascalonjakan kasus COVID-19 di Indonesia dua bulan terakhir.

Retno mengatakan di India, kebanyakan dari orang tua anak-anak meninggal saat peningkatan kasus dan kematian pada April hingga Mei 2021. Saat ini, dikabarkan pemerintah India menyediakan anggaran amat besar untuk kehidupan anak-anak ini, dan mengumumkan langkah-langkah untuk membantu anak-anak tersebut.

“Salah satunya adalah, bantuan uang senilai 1 juta rupee (setara dengan Rp195 juta), yang akan diberikan kepada setiap anak sebagi tunjangan, dari usia 18 hingga 23 tahun. Dana tersebut diberikan melalui skema PM-CARES,” kata Retno.

Selain dari pemerintah pusat, pemerintah negara bagian di India juga telah mengumumkan berbagai inisiatif untuk membantu anak-anak yang kehilangan orang tuanya akibat pandemi COVID-19.

“COVID-19 ini bukan hanya masalah kesehatan masyarakat, dan bukan hanya tentang dampak sosial ekonomi, tetapi ini adalah masalah mendasar kemanusiaan. Jadi perlu penanganan yang manusiawi, berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepentingan terbaik bagi anak,” ujar Retno. (fit)

About Arsya Devandra

Baca Juga

Founder dan Chairman Health Collaborative Center (HCC) Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, dalam jumpa pers secara virtual Kamis (29/7).

Lima Hak Kesehatan Anak Indonesia Hingga Kini Belum Terpenuhi Secara Maksimal

Indoposonline.NET – Health Collaborative Center (HCC) menyebutkan ada lima hak kesehatan anak Indonesia hingga saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *