Sabtu , Juli 31 2021
Camat Cilincing M Andri (kedua kanan) menyiagakan sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk mendukung operasional fasilitas isolasi mandiri Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (22/6/2021)
Camat Cilincing M Andri (kedua kanan) menyiagakan sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk mendukung operasional fasilitas isolasi mandiri Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (22/6/2021)

Rusun Nagrak Disulap jadi Tempat Isolasi COVID-19

indoposonline.NET – Langkah cepat dilakukan pemerintah DKI Jakarta untuk menangani kasus COVID-19. Tak sekadar berkooridinasi dengan pihak kepolisian dan TNI. Beberapa lokasi disulap menjadi tempat isolasi bagi pasien COVID-19 . salah satunya, Rumah Susun (Rusun) Nagrak di Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Rusun tersebut mulai difungsikan sebagai tempat isolasi bagi pasien COVID-19 tanpa gejala.”Saat ini sudah ada sembilan orang pasien COVID-19 yang melakukan isolasi di Rusun Nagrak,” ujar Camat Clincing, M Andri dilansir dari beritajakarta, Selasa (22/6).

Andri  menuturkan, saat ini Rusun Nagrak tengah diuji coba sebagai tempat isolasi pasien COVID-19 tanpa gejala bagi warga Jakarta Utara. Dalam mendukung beroperasinya Rusun Nagrak sebagai tempat isolasi bagi pasien COVID-19, pihaknya menyiagakan sejumlah petugas PPSU untuk menjaga serta merawat sarana dan prasarana di Tower 5 yang merupakan zona hijau Rusun Nagrak. Koordinasi juga terus dilakukan dengan pihak UPRS III Rusun Nagrak.

“Kami membantu apapun yang bisa kami lakukan baik penempatan, penyiapan lokasi isolasi terkendali maupun pengordinasian hal lain seperti keamanan, kebersihan, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Kepala Satuan Pelaksana Sarana dan Prasarana UPRS III Rusun Nagrak, Hary Wibowo menyampaikan, Tower 1 sampai 4 dioperasikan sebagai tempat isolasi bagi pasien COVID-19 (tidak bergejala/OTG), sedangkan Tower 5 menjadi tempat istirahat tenaga kesehatan. Rusun Nagrak diperkirakan bisa menampung pasien COVID-19 tanpa gejala hingga 4.000 orang.

“Masing-masing tower ada 255 unit. Satu unit ada dua kamar. Yang bisa dihuni setiap tower mulai lantai dua hingga 16. Setiap unit disiapkan kasur, kipas angin, hingga peralatan mandi,” tandasnya. (nal)

User Rating: 5 ( 1 votes)

About admin

Vio Nanda

Baca Juga

Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK Minta Kemenkominfo Blokir Aplikasi Debt Collector

indoposonline.NET – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memblokir aplikasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *